Artikel Utama:

  • Tidak Ada Nabi Dari Keturunan Ismail

    Melihat bahwa kenabian hanya dibatasi pada anak-anak Israel, berdasarkan kesaksian Torat, Injil dan Quran, lalu bagaimana Muhammad dapat mengklaim diri sebagai nabi? Bagaimana Quran dalam Sura 19:54 dapat berkata, “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi”, dan kemudian berkata bahwa hanyalah Muhammad nabi bagi orang Arab, dan tidak ada nabi yang mendahuluinya yang diutus kepada mereka...
  • Taurat Musa Bernubuat: “Nabi Seperti Muhammad” Harus Mati!

    Sosok nekat seperti ini telah dicatat oleh Kitab Taurat sebagai sangat berbahaya. Nabi Musa telah menubuatkan tentang akan datangnya seorang nabi palsu yang diindikasikan menggunakan perangkat terror yang menggentarkan (QS.3:151), dan selalu berbismillah “demi kata-kata Allah” secara terlalu-berani. Kepadanya telah Tuhan jatuhkan nasibnya: MATI ! “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
  • Apakah Allah Menipu, dan Mengijinkan NabiNya Menipu?

    Tidak ada orang yang mau ditipu oleh siapapun, apalagi oleh Allah! Maka janganlah anda membiarkan diri tertipu oleh sosok “Allah” yang sungguh-sungguh telah mengakui dirinya sebaga Khairul Makiriin! Setan mudah sekali menslogankan satu sosok fiktif untuk dijadikan allah-allahan. Dan salah satu bukti bahwa sosok Allah itu fiktif ialah bahwa ia tidak sungguh-sungguh berkuasa mukjizat & nubuat ilahiah.
  • Yesus Terbukti Berdosa dan Menipu

    Ada segelintir orang yang berusaha keras untuk mencari-cari ayat-ayat tertentu dalam Injil kalau-kalau Yesus bisa ditemukan sebagai penipu atau munafik, atau untuk memergoki ayat-ayat tentang kelemahan-kelemahan Yesus, yang bisa diolah untuk menjadikan diriNya berdosa. Akhirnya mereka menemukannya pada Injil Yohanes pasal 7.
  • Kekerasan - Bumerang Bagi Islam

    Bangsa Yahudi telah mengalami tragedi Holocaust (pembantaian jutaan orang Yahudi) dan dunia terpaksa menghormati mereka karena sumbangan pengetahuan mereka, bukan sumbangan teror. Mereka bisa sukses lewat kerja keras, bukan lewat menjerit-jerit dan berteriak-teriak. Dunia patut berterimakasih atas penemuan dan kemajuan sains yang dicapai oleh para ilmuwan Yahudi pada abad ke-19 dan 20 ini. Ada 15 juta orang Yahudi tersebar di seluruh dunia, bersatu dan memenangkan hak mereka lewat banting tulang dan peras otak mereka. Kami belum pernah satu orang Yahudi pun yang meledakkan diri di sebuah restoran Jerman (bangsa yang pernah membantai Yahudi). Kami belum pernah melihat satu orang Yahudi pun yang membakari gereja. Belum pernah ada satu Yahudi yang memprotes dengan cara membunuhi orang lain.
  • Kebenaran Mengenai Pembantaian Boston Oleh Islam Atau: Mitos Tentang Islam Moderat

    Islam bukanlah agama damai dan kasih yang hebat, yang telah dibajak dan dibengkokkan oleh segelintir orang jahat – para penjahat “Islamo-Fasis” atau “militan Islam” atau “kaum Fundamentalis Islam” atau “Jihadis” atau “kelompok Wahabian” atau “Islamis radikal” atau “Islamis politis”, dan sebagainya. Tidak pernah ada pembajakan. Tidak pernah ada pembengkokan. Tidak ada Islam moderat. Tidak ada Islam radikal. Tidak ada Islam politik. Tidak ada Islamisme. Islam adalah Islam. Sekali lagi, orang-orang Muslim ini hanyalah BENAR-BENAR MENGIKUTI pengajaran-pengajaran Quran dan teladan Muhammad sebagaimana digambarkan dalam Hadith. SEMUA ITU HANYALAH SOAL ISLAM – DASAR KAFIR BODOH.
  • Kesaksian Ahmad Qoni' Rizqi

    Di dalam perenungan saya menemukan sebuah kesimpulan, bahwa semua orang Kristen sudah menerima anugrah keselamatan. Sedangkan saya masih terus berdoa siang malam meminta-minta untuk diberi keselamatan dan mendoakan nabi Muhammad Saw beserta keluarganya supaya diberi keselamatan. Dari situ saya bertambah semangat untuk mengkaji lebih dalam pernyataan ayat-ayat Al Qur’an. Mulai dari Surat Al Faatikhah sampai surat An Nas.