Artikel Utama:

  • Adakah Maulid Nabi Semulia Natal YESUS Almasih?

    Muslim mencari-cari alasan religius yang murni bagi Maulid Nabi. Namun tidak akan tercari kecuali bikinan-bikinan semu belaka. Soalnya Muhammad sendiri dilahirkan dalam kesenyapan, kehampaan kekhususan dan tanda kenabian, tanpa tanda kuasa ataupun mukjizat supranatural. Tak ada gejala, sambutan dan kunjungan malaikat. Tak ada pengumuman apapun dari surga.
  • Setiap Muslim Dipastikan Masuk Neraka – Namun Muslim Masih Terus Membual: “Agama Islam adalah Penyempurna Yahudi dan Kristen”

    Jika dalam agama Yahudi dan Kristen ada keselamatan yang pasti dengan percaya dan berseru kepada Nama YAHWEH atau YESUS - sementara dalam Islam hanya ada neraka yang pasti bagi setiap Muslim; Apa yang menjadi dasar bagi umat Muslim untuk mengklaim bahwa Islam adalah agama terbaik dan penyempurna Agama Yahudi dan Kristen?
  • Islam adalah Penyembahan Berhala

    Orang Muslim ini kemudian berargumen, “Aku tahu dalam hatiku aku hanya berdoa kepada Allah Yang Maha Kuasa. Bukan kepada batu hitam yang terletak di salah satu sudut Ka’bah. Aku berdoa dengan cara yang diajarkan nabi Muhammad SAW. Niatku bersih saat berdoa yaitu aku berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa”. Tindakan anda menggambarkan niat anda. Itu seperti istri anda tidur dengan pria lain dan berkata kepada anda, “Sayang, aku tidaklah kafir karena saat aku di tempat tidur dengan pria lain aku hanya memikirkan dirimu”. Alasan gila seperti ini dapat memuaskan seorang Muslim, namun tidak bagi seorang yang rasional. Tuhan pun tidak bodoh. Jika batu hitam merepresentasikan Tuhan, menghormatinya tentu bukanlah penyembahan berhala. Menyembah sebuah citra/gambaran mengenai Tuhan tidaklah meniadakan keesaan-Nya. Oleh karena batu hitam bukanlah avatar Tuhan dan batu itu disakralkan, maka menghormatinya adalah penyembahan berhala.
  • Ilusi Mereformasi Islam

    Islam bukanlah sebuah kelanjutan dari Kekristenan, sebagaimana yang diklaim oleh Muhammad dan para pengikutnya. Melainkan inti dari ajaran Islam sesungguhnya merupakan anti dari keyakinan Kristen. Kekristenan menganjurkan kemerdekaan manusia, Islam menganjurkan perbudakan manusia. Yang satu membawa pesan pembebasan, yang lain, kepatuhan/tunduk.
  • Aku Akan Murtad Jika YESUS itu Tuhan

    Seseorang yang tidak mengumumkan sesuatu dari propertinya bukanlah berarti bahwa dia tidak memiliki properti tersebut. Jikalau anda seorang bapak yang tidak mengumumkan kepada anak-anakmu : “Aku ini laki-laki”, maka apakah kelaki-lakian Anda menjadi tidak sah, alias bukan laki-laki? Dan anda begitu rentan murtad dan gampang menyangkal iman anda?
  • Lailatul Qadar Yang Malang: Sebuah ‘Dimensional Error’ dari Allah, dan ‘Hasil Lupa’ dari Muhammad

    Pakar Islam (khususnya Ibn Abbas) mengkaidahkan (baca: mendongengkan) adanya dua lokasi yang berbeda untuk menampung turunnya satu Quran yang sama dari Lauhul Mahfudz! Dan Jibril “diharuskan” bekerja repot dua kali dalam urusan untuk kedua lokasi ini. Lokasi pertama disebut-sebut sebagai dunia langit pertama Bayt Al-‘Izzah (periwayatan lain menyebutkannya Baitul Makmur, berada di langit ke-4, atau ke-3), dimana didongengkan terjadi pen-tanzil-an seluruh Quran sekaligus (tanpa cicilan). Dan selanjutnya dari sana (entah berapa lama tertahan disana) barulah diturunkan sekali lagi wahyu cicilan bertahap kepada Muhammad di dunia selama 23 tahun! Bukankah ini adalah mitos gila yang membodohi umat tanpa merujukkan satupun bukti atau referensi?
  • TIRULAH PUASA NABI: Kalau-kalau Itu Puasa Asli-Sorgawi

    Muhammad yang buta-puasa dikala itu justru merasa “ketinggalan kereta” dalam berpuasa. Maka konsep puasa Islamikpun muncul dari tiruan puasa Ashura kaum pagan yang tidak disertai dengan pen-detail-an ritualnya. Maka kita bertanya apakah puasa yang diserukan Muhammad itu sama dengan puasa umat yang ditirunya? Nama puasa boleh sama, oke Ashura, tetapi apa makna, motivasi, bentuk dan isi puasa tersebut sama dalam praktek dan ritualnya? Dan apakah Muhammad sudah menyadari hal tersebut dalam seruannya yang dadakan itu?