Artikel Utama:

  • Bagaimana Muhammad "Menggampangkan" Tiket Masuk Surga

    Dulu, orang-orang Arab abad ke-7 adalah buta huruf. Mereka tak ada ilmu, tak ada info dan tolok perbandingan kecuali dongeng nenek moyang. Apa itu surga dan apa neraka bisa didongengkan oleh siapa saja orang yang berani tampil dengan modal berani & penuh keyakinan untuk membual. MAKA TAHULAH KITA SIAPA ITU MUHAMMAD YANG SEBENARNYA! Dia sungguh tidak tahu apa-apa tentang Surga, tempat bertahtanya Tuhan dengan segala kemuliaan, kekudusan dan kebenaranNya. Tetapi dia telah TERLALU BERANI BLUFFING (spekulasi dengan membual) dengan mengatas-namakan Allah. Dia secara kontradiktif berbicara semaunya hingga berani menjual tiket murahan kesurga kepada para pengikutnya...
  • Berserulah, Islam itu cinta....

    “Tanah Air Indonesia adalah ibunda kita Siapa mencintainya harus menanaminya dengan benih-benih cinta, benih-benih kebaikan dan kemajuan Agar Indonesia yang kita cinta semakin damai dan indah Tanah Air Indonesia adalah sajadah Siapa mencintainya jangan menciprati dengan darah Jangan menghiasinya dengan fitnah, permusuhan, dan kebencian …” Demikian sepenggal puisi “Tanah Sajadah” yang dilantunkan budayawan asal Madura, Zamawi Imron, Rabu (24/2), dalam Gerakan Islam Cinta IV di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur…. Dikatakan bahwa kegiatan dalam pentas puisi dan musik, bedah buku dan pemutaran film ini bertujuan mengembalikan pemahaman bahwa Islam bermula dan berakhir pada cinta.
  • 7 Pertanyaan Utama Yang Menjadikan Kami Murtad

    Tidak ada satu orangpun akan mengenal Nama Pribadi dan Jati-diri Tuhan, bilamana bukan DIA sendiri yang mengatakannya dari mulutNya. Namanya saja nama pribadi sang Pencipta. Yang harus disampaikan kepada pihak ciptaanNya. Maka artinya disini, ya, harus disampaikan secara pribadi dan langsung oleh Dia sendiri kepada ciptaanNya. Dan kita bersyukur bahwa Nama dan jati-diri Tuhan memang telah Dia katakan dalam Alkitab, LANGSUNG kepada para nabiNya. Dia berbicara langsung dengan Nuh, Abraham, Musa, Daud dll hingga kepada Yesus, tanpa lewat wali dan perantara siapa-siapa. Tetapi kita bertanya, adakah Dia sendiri pernah menyampaikan nama pribadiNya kepada Muhammad?
  • YESUS bukan Anak Allah!

    Ajaran Kristen tentang Yesus, sebagai Anak Elohim dan Juru Selamat dunia, berkontradiksi dengan pandangan Muslim tentang Tuhan, yaitu berkaitan dengan konsep mereka tentang keesaan dan keunikan Allah (Tauhid). Oleh sebab itu sangat sulit bagi Muslim untuk menerima bahwa Tuhan dan Yesus memiliki sebuah relasi bapa dengan anak. Karena Allah tidak punya anak, maka Ia juga tak dapat dipahami sebagai bapa, apakah sebagai Bapa dari Yesus maupun sebagai bapa dari kaum Muslimin. Terminologi “Bapa” adalah istilah yang asing dan tak bisa diterima umat Muslim.
  • Reciprocity: Ajaran Termulia Semua Agama Dunia

    ADAKAH PRINSIP RESIPROSITAS INI DALAM ISLAM? Saudara dalam Islam hanyalah mereka yang Muslim, yang mengakui Allah SWT dan Muhammad sebagai nabi Allah. Karenanya kewajiban mencintai manusia hanyalah mencintai sesama Muslim, bukan orang lain yang berbeda agama yang justru dianggap KAFIR. Hukum Islam mengajarkan bahwa Muslim dilarang berdoa bagi non-muslim, dilarang menjenguk orang non muslim yang sakit, dilarang mengucapkan selamat hari raya keagamaan kepada non muslim, sampai kepada penyingkiran dan pembinasaan mereka! Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk MEMERANGI orang-orang sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,….(Sahih Bukhari 2:24)
  • Adakah Maulud Muhammad Semulia Natal Yesus Almasih?

    Allah Islam tidak memberikan Muhammad gelar apapun untuk kelahirannya. Pendek kata, Dia tidak memberikan apapun untuk Maulid Nabi! Tetapi kepada Yesus, Allah Islam ini telah memberi pada Natal Yesus suatu gelar AYATULLAH dan RAHMATULLAH, yang berarti: Ayat dari Allah dan Rahmat Allah satu-satunya untuk diteruskan kepada umat manusia (Quran sura 21:91, 19:21). Dan memang Tuhan Alkitab lewat malaikat-Nya telah berkata tentang harapan dan kemuliaan “Maulid” Yesus kepada seluruh umat manusia: “Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:10,11).
  • “Alif Lam Mim”, Huruf-huruf Dunia atau Sorga?

    Apakah Muhammad sendiri betul tahu akan artinya sehingga diapun diam begitu lama disepanjang masa kenabiannya? Kalau benar tidak tahu, kenapa beliau tidak menanyakannya kepada Jibril yang katanya setiap Ramadan datang kepada Muhammad untuk me-review apa-apa wahyu yang sudah diturunkan olehnya kepada sang Nabi? Tatkala mereview, bukankah dimulai dari ayat pertama dari sebuah surat yang direview, sehingga ke-29 fawatih mustahil bisa luput dari pe-review-an dari dua sosok dari TRIO-TERBESAR dari Quran, Allah-Jibril-Muhammad?