Artikel Utama:

  • Mempertanyakan Klaim: ‘Quran diturunkan dalam bahasa Arab’ agar orang dapat mengerti?

    Menekankan bahwa Quran ditulis dalam bahasa Arab tentunya adalah membuat pernyataan yang sangat aneh jika natur “bahasa Arab murni” yang dimiliki Quran sudah jelas bagi semua orang! Jadi nampaknya setidaknya ada segelintir orang yang memiliki pertanyaan-pertanyaan yang serius mengenai darimana tepatnya Quran berasal. Kecurigaan-kecurigaan ini selanjutnya dikonfirmasi ketika orang mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai bahasa Arab yang digunakan dalam Quran dan mengenai kejelasannya.
  • Wahyu Nyaman Muhammad

    Orang Muslim percaya bahwa Quran adalah perkataan final Allah kepada umat manusia dan itu merupakan tuntunan iman dan praktik yang memadai bagi orang mulai dari Amerika Selatan hingga ke Cina. Sesungguhnya Allah menyatakan bahwa “tidak ada sesuatupun yang dihilangkan dari kitab ini” (Quran 6:38). Namun, dalam kesia-siaan orang Muslim mencari kalimat Syahadat (pengakuan iman Muslim), ke-5 pilar Islam, berapa sering mereka harus bersembahyang dan banyak informasi untuk hal-hal krusial lainnya dalam halaman-halaman Quran. Walau sedemikian nyatanya penghilangan ini dari “catatan komplet” , namun Allah mempunyai waktu untuk menyelesaikan masalah-masalah domestik dan masalah-masalah lainnya yang dialami satu orang yaitu Muhammad!
  • Kisah-Kisah Kuno Yang Dijiplak Allah swt Bagi Qur’an-NYA

    Adalah keyakinan fundamental orang Muslim bahwa Quran adalah firman Allah, dan oleh karena itu tidak mengandung sumber-sumber manusiawi. Ada orang-orang Muslim ortodoks yang bahkan mengklaim bahwa Quran itu kekal dan suatu salinan yang sempurna senantiasa disimpan Allah di surga. Namun walaupun demikian, ada pandangan kuat dari mereka yang mendengar Quran pertama kalinya yaitu bahwa Muhammad hanyalah mengulangi materi yang sudah tidak asing lagi.
  • Sangat tidak mungkin Quran yang dihafalkan dipelihara dengan akurat

    Orang Muslim seringkali dengan bangga mengklaim bahwa sekalipun semua salinan Quran telah dimusnahkan, sangat mungkin untuk merekonstruksikannya dengan mudah berdasarkan ingatan orang-orang beriman. Banyak dari mereka yang kemudian mengatakan bahwa ada orang-orang Muslim modern yang menghafal Quran sejak jaman Muhammad. Namun demikian, gambaran ini sedikit rumit. Pertama, menarik bila memerhatikan bahwa Muhammad seringkali mengakui bahwa ia lupa beberapa bagian Quran (bdk. Sahih Muslim 4:1721). Ini adalah informasi bermasalah dari sudut pandang islami. Muhammad dipandang sebagai satu-satunya orang yang memiliki akses kepada wahyu orisinil. Jika ia melupakan beberapa bagian dari wahyu tersebut, maka mustahil untuk benar-benar memverifikasi akurasi teks tersebut.
  • Reliabilitas dan Konsistensi Qur’an

    Sebagaimana yang diindikasikan oleh klaim “tidak pernah diubah, tidak pernah digantikan” yang terus menerus diulangi, orang Muslim percaya bahwa Quran diturunkan kepada kita dengan cara yang benar-benar dapat dipercayai. Dengan kata lain, perkataan yang anda dengar ketika seorang Muslim modern membaca Quran adalah perkataan yang sama yang diucapkan Muhammad saat menerima wahyu-wahyu pertama dari Allah. Diklaim bahwa Muhammad mempercayakan ayat-ayat Quran kepada para pengikutnya, banyak di antara mereka yang menghafalnya. Sebagai tambahan untuk penghafalan, beberapa wahyu juga ditulis pada berbagai macam bahan. Kematian Muhammad jelas berarti akhir dari wahyu-wahyu yang baru.
  • Pilih Adam Muslim atau Adam Alkitab?

    Hukum Pertama bagi manusia adalah teramat khusus dan penting. Ini menentukan hubungan dan hidup manusia selanjutnya dengan Tuhannya. Hukum pertama ini pasti harus sangat spesifik untuk bisa dipahami seorang Adam yang masih polos dan innocence. Tidak boleh dimaknai secara kabur ataupun kompleks, apalagi meleset dan tidak akurat! Kalau begitu, pertanyaan yang segera bagi benak kita adalah: Apakah Adam Muslim disaat awal kehidupan yang polos begitu sudah bisa tahu apa maksudnya dengan “orang zalim” yang dikatakan di Quran? Adakah contoh dan suasana “orang zalim” bagi pengertian Adam waktu itu? Semua kita pasti meragukan kalau-kalau Adam dapat memahami ucapan Allah-nya … Sebaliknya, Tuhan Alkitab mengatakan hal yang lain, yaitu ”Janganlah kaumakan buahnya… pastilah engkau mati”.
  • Benarkah YESUS Lahir Tanggal 25 Desember?

    Jelaslah bahwa perayaan Hari Natal bukanlah seperti yang umum disalah-fahami oleh teman-teman Muslim, dan samasekali tidak mengintrospeksi tentang perayaan Maulid Muhammad sendiri. Natal Yesus bukan hari yang harus disakralkan/ disakramenkan dengan memutlakkan hal-hal yang bersifat fisikal, termasuk hari, tanggal dan jam/detik yang di-pas-kan dengan kelahiran Kristus. Perayaan Natal adalah dalam spirit sukacita seperti yang telah dimaklumat-kan oleh para malaikat dari Sorga: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:11). Dengan pusat dan kata kuncinya “Juruselamat, Kristus, Tuhan”. Sosok Penyelamat Dunia itulah yang telah lahir untuk segala umat manusia, dan itulah Kabar Baik yang pantas kita rayakan bersama!